Rabu, 21 April 2010

Sample File Free hands

How to download: please open the file and then click free user, after that the download word will appear. Click the download word and the file will save automatically in your computer.

Statistic Data

The file is about my data for my thesis, It's TOEFL test data, if you want to download just click free user on the link.
thank you

Minggu, 18 April 2010

Teaching Media

How to teach listening, and speaking using game
Take it out!!!

Majalah SP edisi 4

Take it out...

Kamis, 15 April 2010

Sahabat di Hatiku

Sahabat…
Sejak dahulu sampai sekarang kau selalu mengisi hatiku… Di mana Aku bersinggah, di situ Aku ingin Kau selalu ada di sisiku… Rasanya di setiap waktuku ini takkan lengkap, tanpa adanya kau ‘tuk berbagi kebahagiaan denganku…

Sahabat…
Adakalanya kau pun menjadi tumpahan kekesalanku. Terkadang kau pun harus ikut merasakan kejengkelanku yang akhirnya ku sesali karena membuatmu tak bahagia… Namun sahabat, kau tak pernah menganggap itu sebagai hal serius yang kau pakai sebagai alasanmu untuk meninggalkan aku… Kau malah memberikanku kasih sayang yang lebih agar aku tak lagi terjerumus oleh kemarahanku.

Sahabat…
Kadang kala kau pun bersedia menjadi bantal tidurku, sebagai tempat tumpahan air mataku… Tempatku menyuarakan keluh kesahku… Oh… Sahabat… Saat itu kau sungguh tak keberatan memberikan pundakmu untuk kutangisi, walaupun kau tahu air mata dan ingusku sudah siap membasahi pakaianmu di bagian itu.

Sahabat…
Ada halnya itu pun berubah sahabat… Kadang kala kita bertengkar dan berselisih paham tanpa adanya alasan yang jelas… Masing-masing dari kita mempertahankan ego yang besarnya hanya seujung jari kelingking jika diukur dengan lamanya persahabatan kita… Tetapi begitulah adanya sahabat… Ego kita menghancurkan dinding persahabatan yang telah kita bangun bersama. Saat itu terjadi sahabat… sesal pun tiada guna…

Sahabat…
Aku takkan pernah bisa terlelap jika memikirkan hatimu yang terluka karena pertengkaran kita. Dan kadang tanpa ku tahu.. kau pun seperti itu adanya, merasa sedih karena perselisihan kita… Sahabat kalau saja saat itu kita tidak saling terbuka, membicarakan perasaan dan kesedihan yang kita rasakan, mungkin saja sang ego akan memisahkan kita.

Sahabat…
Adakalanya kau merasa lebih bahagia dengan orang lain yang lebih kau cintai dari padaku… Adakalanya waktumu kau curahkan untuk dirinya, melebihi waktumu untuk diriku… Adakalanya bahkan kau lebih nyaman berbicara dengannya, melebihi membagi ceritamu kepadaku… Adakalanya kau memilih pergi dengannya, melebihi menghabiskan harimu denganku…

Sahabat…
Sungguh aku akan sangat berpikiran kerdil, jika aku merasa cemburu dan tak turut bahagia dengan apa yang menjadi kebahagiaanmu, Sahabatku… Namun sahabat, ada saatnya aku merasa kesepian seorang diri,.. ada saatnya aku ingin berbicara dan berbagi cerita denganmu,… ada saatnya aku ingin menghabiskan waktuku dan pergi bersama denganmu,.. Tapi… ada saatnya aku pun tak mau mengganggu kebahagiaanmu dengannya sahabatku…
Aku mengerti sahabat…
Seperti engkau mengerti aku, Seperti engkau yang rela melepaskan sejenak kebahagiaanmu demi untuk membahagiakanku. Aku mengerti sahabat, karena dengan mengertilah kita akan tetap selalu menjadi sahabat…

Sahabat…
Kita takkan pernah tahu kapan perpisahan alam akan memisahkan kita… Kita pun takkan pernah tahu kapan perubahan alam akan merenggut apa yang telah kita pertahankan… Kita takkan pernah tahu semua tentang ketidakpastian dunia…
Tetapi sahabat…
Sampai kapan pun… di kehidupan ini atau pun di kehidupan yang akan datang, seandainya aku dapat memilih… sahabat… kau tetaplah sahabatku…

Sahabat…
Bersama kita berbagi, suka cita, canda tawa, riang gembira, hiru biru kehidupan… Memberikan warna-warni kehidupan yang tak pernah pudar oleh masa.. Membuat waktu yang berlalu dan kulalui bersamamu ini menjadi semakin indah. Tak peduli sehari, sebulan, setahun bahkan seabad… kau tetaplah sahabatku… Rasa sayang, ketulusan dan kesetiaan ini sahabat… terukir di hatiku untuk dirimu sahabatku…

Ditulis dan persembahan untuk sahabat-sahabatku di sana yang tak dapat kusebutkan namanya satu persatu.

With love,
Selfy Parkit

Rabu, 31 Maret 2010

HOW TO TEACH LISTENING AND SPEAKING BY USING GAME


Teaching is will be more fun if we use games as the method. Here is one of the examples of games that we can apply to teach listening and speaking. The title of game is ‘What’s the Question?’
What’s the Question?
Level                      :             Any Level
Type of Activity :             Listening and Speaking
Purpose               :             Review question forms previously studied in class
Procedure          :              Form two teams (three will work, but two seems to add just the right amount of competitive tension)
Explain the game, with a few examples of answers in search of question. Ask, ‘What’s the question?’, and get students to correctly say get corresponding questions for your answer. Have two players – one from each team – come to the front. Style it like a game show if you like, with the students standing side by side. If you have access to bells or buzzers, it’s even more fun. Next, read an answer to a question and say, ‘What’s the question?’ the fastest player to respond wins a point to her/his team. New contestants come to the front for a new round.
Rationale             :               This game forces the students to think backwards a little. So they must provide a grammatically perfect question. All too often, they are used to answering rather than asking question, so this is challenging and useful as review.
Submitted by Tim

Source : www.itelj.org/c/games.html

Rabu, 30 Desember 2009

Gadis Kecil

Kau gadis rapuh yang di sana...
Senyummu seketika sirna terhempas angin...
Kau kesepian dan merasa kosong...
Kau merasa hilang dan ditinggalkan...
Hatimu itu rapuh tidakkah kau sadari?...
Kau mudah pecah walaupun terlihat kokoh...
Kau gadis kecil yang kesepian...
Gelak tawamu tak lagi memecahkan keheningan...
Canda guraumu tak lagi didengarkan...
Begitukah duniamu memperlakukanmu?...
Kau tak bisa menantang dunia...
Karena kau merasa lemah dan tak berdaya...
Kau hiraukan semua yg datang...
Kau tinggalkan semua yg kau miliki...
Kau hempaskan semua yg ada...
Dan kau merasa sendiri,
meratapi kesepianmu...
Menangisi kesendirianmu...
Gadis kecil yang rapuh...
Lupakah kau bahwa,
Masih ada mentari pagi yg tetap setia menghangatkan tubuhmu...
Masih ada merdunya kicau burung yg menemanimu...
Masih ada semilir angin yg menerpa lembut wajahmu...
Masih ada pepohonan yg menyegarkanmu...
Gadis Kecil...
Masihkah kau merasa rapuh?...
Masihkah kau merasakan kesendirian?...
Masihkah kau merasakan kesepian?...
Dari dulu hingga sekarang memang begitulah hidup dan kehidupanmu..
Mulailah kembali gadis kecil...
Bahagia oleh Sinar Mentari...
Bahagia oleh merdunya kicau burung...
Bahagia oleh semilir hembusan angin..
Bahagia oleh banyak pepohonan...
Walau tak ada seorangpun yang menemani...
Kau tak boleh rapuh gadis kecil...
Karena...
Dunia membutuhkan gelak tawamu...
Dunia membutuhkan canda guraumu...
Dunia membutuhkan semangat hidupmu...
Dunia membutuhkan senyummu gadis kecilku...
Maka tersenyumlah...
Sambutlah hari esok dengan senyum...
Dengan pelangi mimpi di hatimu...
Dengan gemerlap bintang di matamu...
Dengan sejuta ketegaran yg melapisi rapuhnya hatimu...
Dan kau tak lagi rapuh gadi kecil...
Karena cintamu t'lah membuatmu tetap indah...
Seindah duniamu gadis kecil...