Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 April 2010

Sahabat di Hatiku

Sahabat…
Sejak dahulu sampai sekarang kau selalu mengisi hatiku… Di mana Aku bersinggah, di situ Aku ingin Kau selalu ada di sisiku… Rasanya di setiap waktuku ini takkan lengkap, tanpa adanya kau ‘tuk berbagi kebahagiaan denganku…

Sahabat…
Adakalanya kau pun menjadi tumpahan kekesalanku. Terkadang kau pun harus ikut merasakan kejengkelanku yang akhirnya ku sesali karena membuatmu tak bahagia… Namun sahabat, kau tak pernah menganggap itu sebagai hal serius yang kau pakai sebagai alasanmu untuk meninggalkan aku… Kau malah memberikanku kasih sayang yang lebih agar aku tak lagi terjerumus oleh kemarahanku.

Sahabat…
Kadang kala kau pun bersedia menjadi bantal tidurku, sebagai tempat tumpahan air mataku… Tempatku menyuarakan keluh kesahku… Oh… Sahabat… Saat itu kau sungguh tak keberatan memberikan pundakmu untuk kutangisi, walaupun kau tahu air mata dan ingusku sudah siap membasahi pakaianmu di bagian itu.

Sahabat…
Ada halnya itu pun berubah sahabat… Kadang kala kita bertengkar dan berselisih paham tanpa adanya alasan yang jelas… Masing-masing dari kita mempertahankan ego yang besarnya hanya seujung jari kelingking jika diukur dengan lamanya persahabatan kita… Tetapi begitulah adanya sahabat… Ego kita menghancurkan dinding persahabatan yang telah kita bangun bersama. Saat itu terjadi sahabat… sesal pun tiada guna…

Sahabat…
Aku takkan pernah bisa terlelap jika memikirkan hatimu yang terluka karena pertengkaran kita. Dan kadang tanpa ku tahu.. kau pun seperti itu adanya, merasa sedih karena perselisihan kita… Sahabat kalau saja saat itu kita tidak saling terbuka, membicarakan perasaan dan kesedihan yang kita rasakan, mungkin saja sang ego akan memisahkan kita.

Sahabat…
Adakalanya kau merasa lebih bahagia dengan orang lain yang lebih kau cintai dari padaku… Adakalanya waktumu kau curahkan untuk dirinya, melebihi waktumu untuk diriku… Adakalanya bahkan kau lebih nyaman berbicara dengannya, melebihi membagi ceritamu kepadaku… Adakalanya kau memilih pergi dengannya, melebihi menghabiskan harimu denganku…

Sahabat…
Sungguh aku akan sangat berpikiran kerdil, jika aku merasa cemburu dan tak turut bahagia dengan apa yang menjadi kebahagiaanmu, Sahabatku… Namun sahabat, ada saatnya aku merasa kesepian seorang diri,.. ada saatnya aku ingin berbicara dan berbagi cerita denganmu,… ada saatnya aku ingin menghabiskan waktuku dan pergi bersama denganmu,.. Tapi… ada saatnya aku pun tak mau mengganggu kebahagiaanmu dengannya sahabatku…
Aku mengerti sahabat…
Seperti engkau mengerti aku, Seperti engkau yang rela melepaskan sejenak kebahagiaanmu demi untuk membahagiakanku. Aku mengerti sahabat, karena dengan mengertilah kita akan tetap selalu menjadi sahabat…

Sahabat…
Kita takkan pernah tahu kapan perpisahan alam akan memisahkan kita… Kita pun takkan pernah tahu kapan perubahan alam akan merenggut apa yang telah kita pertahankan… Kita takkan pernah tahu semua tentang ketidakpastian dunia…
Tetapi sahabat…
Sampai kapan pun… di kehidupan ini atau pun di kehidupan yang akan datang, seandainya aku dapat memilih… sahabat… kau tetaplah sahabatku…

Sahabat…
Bersama kita berbagi, suka cita, canda tawa, riang gembira, hiru biru kehidupan… Memberikan warna-warni kehidupan yang tak pernah pudar oleh masa.. Membuat waktu yang berlalu dan kulalui bersamamu ini menjadi semakin indah. Tak peduli sehari, sebulan, setahun bahkan seabad… kau tetaplah sahabatku… Rasa sayang, ketulusan dan kesetiaan ini sahabat… terukir di hatiku untuk dirimu sahabatku…

Ditulis dan persembahan untuk sahabat-sahabatku di sana yang tak dapat kusebutkan namanya satu persatu.

With love,
Selfy Parkit

Jumat, 02 Oktober 2009

Goyangan

Goyangan itu tidak melenggak lenggok..
Goyangan itu tidak lemah gemulai..
Goyangan itu bukanlah sebuah tontonan..
Goyangan itu bukan juga sebuah hiburan..
Goyangan itu besar dan mengejutkan..
Goyangan itu membuat banyak insan terkejut..
Goyangan itu menjadi sorotan umum..
Goyangan itu menjadi pembicaraan media..
Goyangan itu seketika saja datang..
Goyangan itu seketika memporakporandakan..
Goyangan itu seketika merenggut hak milik yang ada..
Goyangan itu seketika merenggut yang hidup..
Goyangan itu mengubah kenyataan dalam sekejap..
Goyangan itu seketika memisahkan antara teman, para keluarga dan kerabat..
Goyangan itu seketika menghancurkan mimpi-mimpi..
Goyangan itu begitu amat seketika...
Seketika saja banyak hati yang diliputi duka..
Seketika saja banyak mata yang dibanjiri kesedihan..
Seketika saja banyak insan yang diliputi penyesalan..
Seketika saja banyak hati yang merasa takut, gelisah dan putus asa..
Seketika saja banyak hati yang diliputi rasa syukur..
Seketika saja banyak hati yang bertajuk rasa iba..
Namun....
Banyak juga hati-hati yang mulai tersadarkan bahwa hidup di dunia tidaklah pasti..
Bahwa hidup di dunia rentan dan dipenuhi hal yang tak terduga..
Bahwa hidup di dunia bukan sekedar menghabiskan waktu dengan percuma..
Bahwa hidup di dunia bukan sekedar saling menyaingi dan memusuhi..
Bahwa hidup di dunia bukan sekedar saling mengurusi masalah piring pecah..
Bahwa hidup di dunia perlu berbagi kasih..
Bahwa hidup di dunia adalah hal yang berharga dan patut disyukuri..
Karena hidup di dunia bukan hanya sekedar goyangan belaka.

Mengenang kejadian 2 September 2009, Tasikmalaya Jawa Barat....
By.SELFY PARKIT.
Untuk insan2 yg sedang berduka.. Mari bangkit berdiri karena dunia memberikan kita kesempatan kedua untuk hidup yang lebih baik dan saling berbagi kasih...

Minggu, 10 Mei 2009

Tuesday, 24th March 2006


Myself

When I look at myself on a mirror

I can’t believe, that was mine, myself

I never realize, I am getting old now

I am a woman, I am getting tall

Where am I yesterday?

Am I dreaming?

Oh no….

This is who I am

I am not a little girl anymore

I shouldn’t have to think how I spend my time to play

I need to thing for the future

But,.. where am I yesterday?

I just spent my time around

I was not learn much and now here I am

Without know myself

Without know the reality

Without know the world

But,… what I just knew was how to be a good human