Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Desember 2009

Gadis Kecil

Kau gadis rapuh yang di sana...
Senyummu seketika sirna terhempas angin...
Kau kesepian dan merasa kosong...
Kau merasa hilang dan ditinggalkan...
Hatimu itu rapuh tidakkah kau sadari?...
Kau mudah pecah walaupun terlihat kokoh...
Kau gadis kecil yang kesepian...
Gelak tawamu tak lagi memecahkan keheningan...
Canda guraumu tak lagi didengarkan...
Begitukah duniamu memperlakukanmu?...
Kau tak bisa menantang dunia...
Karena kau merasa lemah dan tak berdaya...
Kau hiraukan semua yg datang...
Kau tinggalkan semua yg kau miliki...
Kau hempaskan semua yg ada...
Dan kau merasa sendiri,
meratapi kesepianmu...
Menangisi kesendirianmu...
Gadis kecil yang rapuh...
Lupakah kau bahwa,
Masih ada mentari pagi yg tetap setia menghangatkan tubuhmu...
Masih ada merdunya kicau burung yg menemanimu...
Masih ada semilir angin yg menerpa lembut wajahmu...
Masih ada pepohonan yg menyegarkanmu...
Gadis Kecil...
Masihkah kau merasa rapuh?...
Masihkah kau merasakan kesendirian?...
Masihkah kau merasakan kesepian?...
Dari dulu hingga sekarang memang begitulah hidup dan kehidupanmu..
Mulailah kembali gadis kecil...
Bahagia oleh Sinar Mentari...
Bahagia oleh merdunya kicau burung...
Bahagia oleh semilir hembusan angin..
Bahagia oleh banyak pepohonan...
Walau tak ada seorangpun yang menemani...
Kau tak boleh rapuh gadis kecil...
Karena...
Dunia membutuhkan gelak tawamu...
Dunia membutuhkan canda guraumu...
Dunia membutuhkan semangat hidupmu...
Dunia membutuhkan senyummu gadis kecilku...
Maka tersenyumlah...
Sambutlah hari esok dengan senyum...
Dengan pelangi mimpi di hatimu...
Dengan gemerlap bintang di matamu...
Dengan sejuta ketegaran yg melapisi rapuhnya hatimu...
Dan kau tak lagi rapuh gadi kecil...
Karena cintamu t'lah membuatmu tetap indah...
Seindah duniamu gadis kecil...

Jumat, 02 Oktober 2009

Lingkaran

Lingkaran itu terlihat begitu nyata..
Ku Tak percaya, namun tak mampu mengingkarinya..
Ia menarikku ke dalamnya
Memaksaku untuk masuk, dan ku terbuai dlm rayuannya..
Lingkaran itu kadang memperdayaku..
Namun kadang mengajariku kelembutan..
Lingkaran...
Hati ini masih goyah..
Hati ini masih rentan..
Hati ini mudah terpedaya..
Hati ini kekeringan..
Hati ini kosong kerontang...
Karena kau lingkaran.. Kau tak pernah mampu mengisinya..
Kau begitu hampa.. Kau selalu berputar..
Kau tak pernah pasti..
Kau tak pernah tetap memutuskan..
Kau berdiri di sana, atas kemauanmu walau tak ada yg memintamu...
Namun, Lingkaran...
Hati ini butuh kepastian...
Hati ini butuh ketetapan...
Hati ini butuh kekekalan...
Hati ini butuh terisikan...
Oh.. Lingkaran..
Lihat...
Begitu bodohnya si hati...
Begitu tak berdayanya si hati...
Begitu kasihannya si hati...
Karena kau pun tahu.. Kau takkan pernah dapat memenuhinya...
Kau takkan pernah bisa pasti...
Kau takkan pernah bisa tetap...
Kau takkan pernah bisa kekal...
Bagaimana kau mampu mengisinya slalu??
Begitulah si Hati yg akan terus tak puas dan tersakiti...
Tak henti, selalu tertutupi oleh debu warna-warni nan indah...
Iya.. Lingkaran..
Aku paham kau tak perlu memberitahuku..
Lihat akan betapa sombongnya aku jadinya..
Kutunjukan Betapa beraninya aku menantangmu...
Tapi aku bodoh lingkaran.. Aku terlalu bodoh..
Aku memaksakan hal yg tak mungkin..
Memaksakan yg belum pasti..
Memaksakan kekekalan...
Oh.. Lingkaran bisakah aku yg mengisimu dengan kasih...
Dengan cinta...
Dengan perhatian...
Dengan kelembutan...
Dengan ketulusan...
Dengan kesetiaan...
Dengan perhatian...
Dan dengan kebaikan setiap harinya...
Oh.. Lingkaran.. Dengan begitu mulai hari ini bisakah ku pinta pada mu??
Hanya Satu hal saja pada dirimu...
Berikanlah saja tawa dan senyumanmu kepadaku dan Hatiku...
Itu sudah cukup membuatku Bahagia.. Lingkaran...